Tampilkan postingan dengan label budha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Cek Kebersihan, Wali Kota Ajak SKPD Bersepeda Keliling Kota



MAGELANG, suaramerdeka.com - Untuk melihat langsung di lapangan kesiapan Kota Magelang menghadapi penilaian Adipura 2013 tahap kedua yang rencana dilakukan bulan ini, Wali Kota Ir H Sigit Widyonindito MT mengajak seluruh SKPD keliling wilayah Kecamatan Magelang Tengah dan Magelang Utara.
Kendaraan yang digunakan untuk keliling bukan mobil, tetapi semuanya mengendarai sepeda. Karena sasaran peninjauan tidak hanya jalan-jalan protokol tetapi juga jalan kampung, termasuk menyusuri pinggir Kali Bening.
Pada kegiatan itu wali kota didampingi Wawali Joko Prasetyo SSos dan Sekda Drs Sugiharto menyerahkan bungkusan nasi untuk sarapan pagi petugas penyapu jalan yang ditemui di rute yang dilewati. Nasi yang dibagikan sekitar 200 bungkus.
Peserta berkumpul di rumah dinas Wali Kota Magelang di Jalan Cempaka. Tepat pukul 07.00 berangkat melewati Jalan Diponegoro terus menyurusi tepi Kali Bening, Kelurahan Cacaban. Kemudian naik ke Jalan Sentot Alibasha, Jalan Pahlawan, Jalan Kapten Suparman, Jalan A Yani  dan sebagainya. Kegiatan peninjauan bersepeda itu finish di Kantor Kecamatan Magelang Utara.
Di aula Kantor Kecamatan Magelang Utara mantan Kepala DPU Kota Magelang tersebut melakukan evaluasi hasil peninjauan dengan kepala SKPD, ketua RT, RW, kepala kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.
Sebelumnya, di sepanjang jalan yang dilewati dia berhenti memberi pengarahan kepada kepala SKPD baik mengenai kebersihan yang belum maksimal, PKL yang masih berjualan di trotoar serta mampir ke SMP Negeri 13.
"Saya minta PKL jangan berjualan di trotoar, karena tempat itu adalah hak masyarakat untuk berjalan kaki. PKL yang berjualan malam hari di trotoar Jalan Tentara Pelajar pada bulan Maret ini akan dipindahkan ke Jalan Daha bersama PKL lainnya yang sudah lama berdagang di lokasi itu," tuturnya.
Kepala DPP Drs Isa Ashari MM ketika ditanya mengatakan, rencananya PKL Jalan Tentara Pelajar pindah ke Jalan Daha pada 15 Maret 2013. "Khusus PKL di Jalan Pahlawan menjadi perenungan saya. Sebagian akan dipindahkan ke Taman Badaan. Juga PKL di sepanjang Jalan Pemuda nantinya dipindah ke Pasar Rejowinangun setelah selesai pembangunannya," ungkapnya.
Wali kota ingin ke depan Kota Magelang menjadi city walk seperti Singapore. Trotoar khusus untuk jalan kaki, tidak boleh untuk kegiatan lainnya.
Dia juga meminta kebersihan baik di sepanjang jalan, kawasan perumahan dan lokasi lainnya ditingkatkan. "Kebersihan harus menjadi budaya warga Kota Magelang. Karena kota kita adalah kota jasa. Dengan kondisi kota yang bersih dilengkapi berbagai fasilitas pendukung maka menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sini," harap Sigit.
( Doddy Ardjono / CN31 / JBSM ) - See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2013/03/01/147383/Cek-Kebersihan-Wali-Kota-Ajak-SKPD-Bersepeda-Keliling-Kota#sthash.oKGbWJR0.dpuf

Sumber :
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2013/03/01/147383/Cek-Kebersihan-Wali-Kota-Ajak-SKPD-Bersepeda-Keliling-Kota

Kamis, 20 Desember 2012

Ratusan Umat Buddha Bersihkan Kali Di Magelang


Sekitar 200 umat Buddha dari Yayasan Padita Sabha Buddha Dharma Indonesia bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK) dan Dinas Pertamanan dan Tata Kota Magelang melakukan bakti sosial membersihkan Kali Bening, Kota Magelang.
“Bakti sosial dalam rangkaian perayaan Waisak 2012 ini juga melibatkan warga setempat, diharapkan masyarakat setempat dapat menikmati air bersih untuk berbagai keperluan,” kata Ketua GPSK, Irwan Prasida, di Magelang, Jumat.
Gerakan kali bersih yang ditandai dengan pelepasan peserta oleh Camat Magelang Tengah, Sri Supriyanti tersebut membersihkan kali sepanjang 500 meter dari sampah yang sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga.
Ia mengatakan, pelaksanaan karya bakti bersih kali sebagai bagian dari pelaksanaan ajaran Buddha untuk mencintai dan membalas budi pada alam semesta.
“Perayaan Tri Suci Waisak mengajak umat untuk mengingat kembali keluhuran ajaran dan tingkah laku Sang Buddha. Manusia dan alam semesta adalah satu,” katanya.
Jika alam semesta musnah, katanya, umat juga akan musnah. Oleh karena itu, sewajarnya umat menerapkan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari dengan terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan alam semesta dan lingkungan. Salah satunya, dengan membersihkan lingkungan sekitar.
Ia berharap gerakan kali bersih ini dapat menggerakkan hati masyarakat untuk membersihkan dan menjaga kebersihan kali. Kali adalah sumber air dan air adalah penopang kehidupan semua makhluk hidup, termasuk manusia.
“Kalau tidak ada air, lingkungan yang ada di sekitarnya akan punah dan keseimbangan lingkungan akan terganggu sehingga mengakibatkan munculnya serangan hama, invasi binatang ke permukiman penduduk, dan binatang menjadi kebal,” katanya.
Sri Supritanti, menuturkan, inisiatif gerakan kali bersih ini berasal dari Pemerintah Kota Magelang, khususnya Dinas Kebersihan dan Dinas Tata Kota Magelang yang telah berhasil menangani kebersihan di berbagai area Kota Magelang.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Magelang merasa kebersihan kali belum tersentuh oleh masyarakat maupun pemerintah kota sehingga YPSBDI dan GPSK perlu memberikan teladan bersama-sama masyarakat melaksanakan gerakan kali bersih untuk membuat Kota Magelang makin bersih dari sampah lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih atas upaya yang dilakukan Yayasan Pandita Sabha Buddha Dharma Indonesia untuk membantu kami membersihkan Kota Magelang. Kami yakin, gerakan ini akan dapat membantu warga lebih cinta lingkungan,” katanya.
Sumber: Antaranews

Sumber :http://kabarmagelang.com/ratusan-umat-buddha-bersihkan-kali-di-magelang/

Rayakan Waisak, Umat Buddha Bersihkan Sungai


Ratusan umat Buddha merencanakan membersihkan Sungai Bening di Kota Magelang, Jawa Tengah, dari sampah sebagai rangkaian perayaan Waisak 2012 di Candi Borobudur.
Rayakan Waisak, Umat Buddha Bersihkan Sungai
"Kira-kira ada 300 umat bersama warga yang akan melakukan bakti sosial membersihkan Kali Bening, Jumat (4/5)," kata staf publikasi Yayasan Pandita Sabha Buddha Dharma Indonesia (YPSBDI) Iwan Setiawan yang dihubungi dari Magelang, Rabu.
Ia menjelaskan, kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Pertamanan dan Tata Kota Pemkot Magelang danLembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK).
Pihak pemkot setempat, katanya, berkepentingan terhadap kegiatan itu sebagai salah upaya meraih penghargaan Adipura mendatang.
"Kami juga mendapat masukan dari Pemkot Magelang, memang untuk mendapatkan Adipura salah satunya juga menyangkut kebersihan sungai," katanya.
Yayasan itu salah satu lembaga keagamaan Buddha di bawah naungan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dengan salah satu programnya berupa pembinaan kepada umat untuk mencintai lingkungan.
"Sang Buddha mengajarkan untuk menjaga lingkungan karena manusia dan lingkungan tidak terpisahkan. Kalau lingkungan kotor, manusia juga susah. Jadi kegiatan bakti sosial ini, bagi kami menjadi bagian dari pelaksanaan ajaran Buddha," katanya.
Puncak Waisak 2012 jatuh pada Minggu (6/5) ditandai dengan meditasi detik-detik Waisak oleh umat Buddha berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri di Candi Mendut pada pukul 10.34.49 WIB, dilanjutkan dengan prosesi berjalan kaki menuju Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Saat Hari Waisak, umat akan melakukan rangkaian persembahyangan di Candi Borobudur. (Sumber, www.antarajateng.com)

Sumber :
http://www.magelangkota.go.id/publikasi/berita-magelang/rayakan-waisak-umat-buddha-bersihkan-sungai