Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Lima TPA Sampah Regional Dibangun di Jateng


MAGELANG, suaramerdeka.com - Kementerian PU bekerja sama dengan Dinas PU Cipta Karya Jateng akan membangun lima tempat pembuangan akhir (TPA) sampah regional. Lokasinya berada di wilayah kabupaten yang berdekatan dengan kota. Pertimbangannya karena  di kota lahannya terbatas.
Kepala Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dinas PU Cipta Karya Jateng, Ir Suharsono Adibroto MSi menerangkan, lima kota yang pengelolaan sampahnya ditangani TPA regional adalah Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kota Magelang dan Kota Solo.
Untuk kepentingan itu perlu ada nota kesepahaman (MoU) antara kota dan kabupaten, penyiapan lahan, detail engineering design dan amdal. "Saya berharap bisa sinkron dengan kabupaten, sehingga MoU bisa ditandatangani pada triwulan ketiga tahun ini," ujarnya ketika  melakukan sosialisasi tentang TPA regional kepada sejumlah SKPD Pemkot Magelang, Kamis (30/5).
Kasubdit Persampahan Direktorat PPLP Kementerian PU Ir Rudi Arifin MSi menuturkan, sampah menjadi persoalan besar di daerah perkotaan karena wilayahnya sempit. Kondisinya berbeda dengan wilayah kabupaten yang sangat luas. Maka perlu saling pengertian antara kota dan kabupaten.
Wali Kota Ir H Sigit Widyonindito MT mengungkapkan, volume sampah di Kota Magelang setiap harinya 360 m3, sedang lahan untuk pembuangan sampah terbatas. Bahkan usia pakai TPA Banyuurip tinggal 2 tahun.
Maka harus ada perubahan pola pembuangan sampah dari semula kumpul, angkut dan buang menjadi dipilah, diolah dan dimanfaatkan. "Ke depan diharapkan terjadi pengurangan pembuangan sampah ke TPA," harapnya.
Sigit menerangkan, air sampah dari TPA Banyuurip sudah bisa diubah menjadi tenaga listrik untuk penerangan di lokasi tersebut. Bahkan di lokasi TPA sekarang sudah ditanami Lombok berikut sayur-sayuran. "Saya akan mengajak anak-anak sekolah ke sana supaya belajar mengolah sampah," tuturnya.
Terkait TPA regional, Sigit berharap MoU dan perjanjian kerja sama Pemkot dan Pemkab Magelang yang difasilitasi Kementerian PU dan pemrov Jateng sudah bisa ditandatangani pada tahun ini. Juga mengenai pengelolaannya karena menyangkut dua daerah.
"Saya ingin proyek ini sukses dan lebih baik dibanding daerah lain. Mengenai perimbangannya saya ikut saja tetapi proporsional. Karena Kota Magelang hanya terdiri tiga kecamatan, sedang Kabupaten Magelang terdiri 21 kecamatan," pintanya.
( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork ) 

Sumber :




Rabu, 15 Mei 2013

PERENCANAAN TEKNIS (DED) PEMBANGUNAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBAHAN BAKU KOMPOS SAMPAH PERKOTAAN DI KOTA MAGELANG



Bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kota Magelang, pada hari Rabu, 15 Mei 2013, jam : 10.00 WIB s/d selesai, diadakan Rapat Koordinasi Membahas tentang Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan Pengelolaan Sampah Organik Berbahan Baku Kompos Sampah Perkotaan. MS Kurniawan, ST, MT, dari Bappeda Kota Magelang menjadi moderator dalam rakor ini, sedangkan Bapak Harsono dan Bapak Ali dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah didampingi Konsultan menjadi pemapar tentang Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan Pengelolaan Sampah Organik Berbahan Baku Kompos Sampah Perkotaan. Hadir dalam rakor ini :
-  Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah
-  Konsultan Perencana dari Semarang
-  Bappeda Kota Magelang
-  Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota Kota Magelang
-  Dinas Kesehatan Kota Magelang
-  Bagian Pembangunan Setda Kota Magelang
-  Dinas Pekerjaan Umum Kota Magelang
-  UPTD TPSA Kota Magelang
-  Bagian Pemerintahan Setda Kota Magelang
-  CF Sanitasi Kota Magelang



















Resume Paparan tentang Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan Pengelolaan Sampah Organik Berbahan Baku Kompos Sampah Perkotaan

Latar Belakang :
1.       Timbulan Sampah Yang Semakin Meningkat
2.       Umur TPA Yang Telah Habis Umurnya
3.       Sulitnya Lahan TPA Baru

Tujuan :
1.       Memperpanjang Umur TPA
2.       Menambah Nilai Sampah di TPA


Alur Produksi Kompos Organik Granul :
1.       Pengayakan Sampah
2.       Pengangkutan
3.       Granulisasi
4.       Pengeringan
5.       Pengayakan Granul


Spesifikasi dan Dimensi Alat :
Ò  CONVEYOR
Panjang                                                : 5.000 mm
Lebar                                                     :    600 mm
Motor Penggerak Kapasitas 5,5 HP, 3 Phase,  380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm.

Pengangkutan :
Kompos --- Proses Granulisasi

Pan Granulator :
Ò  Diameter             : 2.000 mm
Ò  Tebal                     :    300 mm
     Motor Penggerak 7,5 HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm.

Ð Tangki Mikroba dan Mixer :
Tangki fiber 2.000 ltr, 2 buah.
Ð Pipa pvc dan sambungan L, U dan Lurus type AW  ¾”.
Ð Pompa air ukuran 1’.
Ò Mixer dengan batang pengaduk menggunakan pipa Ø 1”.
Ò Panjang batang pengaduk 2.000 mm.
Ò Motor penggerak type ½ HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm

Rotary Dryer :
Ò   P (Panjang)                         : 8.000 mm.
Ò   D (Diameter)                      :    950 mm.
Ò   Motor penggerak  5,5 HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm.

Kompor Elpiji :
Ò   P  400mm.
Ò   L 247 mm.
Ò   Tabung Elpiji 12 Kg
Ò   Regulator.
Ò   Slang elpiji 3/8”.
Ò   Penggerak motor 220 volt 1 phase.
Ò   Menggunakan control suhu otomatis.

Ayakan (Grader) :
Ò   Panjang : 4.000 mm.
Ò   Lebar     : 1.000 mm.
Ò   Tinggi     :    800 mm.
Ò   Motor Penggerak 5,5 HP,  380 Volt, 3 Phase,  50 Hz, 1.450 rpm.

Suction Blower :
Ò  D (Diameter) Rumah Keong  440 mm.
Ò  T (Tebal) Rumah Keong 200 mm.
Ò  D (Diameter) Baling – baling dalam 200 mm
Ò  Motor Penggerak 10 HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 2.900 rpm.

Operasional :
Ò Hasil produksi granul yang telah berjalan di Lampung, biaya operasional yang terpakai adalah sekitar Rp. 260.000.000,- per bulan
   Operasional Meliputi :
É  Biaya listrik dengan daya 33,997 KWh
É  LPG 12 Kg 
É  Mikroba
É  Upah pekerja
É  Bahan baku kompos
É  Produksi granul 15 ton /shift
É  Maka harga jual pupuk kompos granul adalah Rp. 1.000,- /Kg
É  Pendapatan bruto
            = 15.000 kg  x 30 hari x Rp.1.000,-
                                 = Rp.450.000.000,-
É      Sebagai Perbandingan harga pasaran merk Radoc Rp. 1.750,- (Produksi Lampung)
É      Sedangkan harga jual kompos granul  PT Narpati Semarang ke Petrokimia Rp.1.300,-
É  Produksi granul 15 ton /shift
É  Maka harga jual pupuk kompos granul adalah Rp. 1.000,- /Kg
É  Pendapatan bruto
     = 15.000 kg  x 30 hari x Rp.1.000,-
                                  = Rp.450.000.000,-
É      Sebagai Perbandingan harga pasaran merk Radoc Rp. 1.750,- (Produksi Lampung)
É      Sedangkan harga jual kompos granul  PT Narpati Semarang ke Petrokimia Rp.1.300,-

Keuntungan saat ini :
- Menambah nilai sampah di TPA menjadi kompos bernilai jual yang menguntungkan
-  Pengerukan kembali lahan yang sudah matang (Zona Pasif) bisa dimanfaatkan kembali untuk Zona Aktif kembali sehingga akan memperpanjang umur TPA .












PERENCANAAN TEKNIS (DED) PEMBANGUNAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBAHAN BAKU KOMPOS SAMPAH PERKOTAAN DI KOTA MAGELANG


PERENCANAAN TEKNIS (DED) PEMBANGUNAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBAHAN BAKU KOMPOS SAMPAH PERKOTAAN DI KOTA MAGELANG

Bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kota Magelang, pada hari Rabu, 15 Mei 2013, jam : 10.00 WIB s/d selesai, diadakan Rapat Koordinasi Membahas tentang Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan Pengelolaan Sampah Organik Berbahan Baku Kompos Sampah Perkotaan. MS Kurniawan, ST, MT, dari Bappeda Kota Magelang menjadi moderator dalam rakor ini, sedangkan Bapak Harsono dan Bapak Ali dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah didampingi Konsultan menjadi pemapar tentang Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan Pengelolaan Sampah Organik Berbahan Baku Kompos Sampah Perkotaan. Hadir dalam rakor ini :
-  Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah
-  Konsultan Perencana dari Semarang
-  Bappeda Kota Magelang
-  Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota Kota Magelang
-  Dinas Kesehatan Kota Magelang
-  Bagian Pembangunan Setda Kota Magelang
-  Dinas Pekerjaan Umum Kota Magelang
-  UPTD TPSA Kota Magelang
-  Bagian Pemerintahan Setda Kota Magelang
-  CF Sanitasi Kota Magelang



















Resume Paparan tentang Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan Pengelolaan Sampah Organik Berbahan Baku Kompos Sampah Perkotaan

Latar Belakang :
1.       Timbulan Sampah Yang Semakin Meningkat
2.       Umur TPA Yang Telah Habis Umurnya
3.       Sulitnya Lahan TPA Baru

Tujuan :
1.       Memperpanjang Umur TPA
2.       Menambah Nilai Sampah di TPA


Alur Produksi Kompos Organik Granul :
1.       Pengayakan Sampah
2.       Pengangkutan
3.       Granulisasi
4.       Pengeringan
5.       Pengayakan Granul


Spesifikasi dan Dimensi Alat :
Ò  CONVEYOR
Panjang                                                : 5.000 mm
Lebar                                                     :    600 mm
Motor Penggerak Kapasitas 5,5 HP, 3 Phase,  380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm.

Pengangkutan :
Kompos --- Proses Granulisasi

Pan Granulator :
Ò  Diameter             : 2.000 mm
Ò  Tebal                     :    300 mm
     Motor Penggerak 7,5 HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm.

Ð Tangki Mikroba dan Mixer :
Tangki fiber 2.000 ltr, 2 buah.
Ð Pipa pvc dan sambungan L, U dan Lurus type AW  ¾”.
Ð Pompa air ukuran 1’.
Ò Mixer dengan batang pengaduk menggunakan pipa Ø 1”.
Ò Panjang batang pengaduk 2.000 mm.
Ò Motor penggerak type ½ HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm

Rotary Dryer :
Ò   P (Panjang)                         : 8.000 mm.
Ò   D (Diameter)                      :    950 mm.
Ò   Motor penggerak  5,5 HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 1.450 rpm.

Kompor Elpiji :
Ò   P  400mm.
Ò   L 247 mm.
Ò   Tabung Elpiji 12 Kg
Ò   Regulator.
Ò   Slang elpiji 3/8”.
Ò   Penggerak motor 220 volt 1 phase.
Ò   Menggunakan control suhu otomatis.

Ayakan (Grader) :
Ò   Panjang : 4.000 mm.
Ò   Lebar     : 1.000 mm.
Ò   Tinggi     :    800 mm.
Ò   Motor Penggerak 5,5 HP,  380 Volt, 3 Phase,  50 Hz, 1.450 rpm.

Suction Blower :
Ò  D (Diameter) Rumah Keong  440 mm.
Ò  T (Tebal) Rumah Keong 200 mm.
Ò  D (Diameter) Baling – baling dalam 200 mm
Ò  Motor Penggerak 10 HP, 3 Phase, 380 Volt, 50 Hz, 2.900 rpm.

Operasional :
Ò Hasil produksi granul yang telah berjalan di Lampung, biaya operasional yang terpakai adalah sekitar Rp. 260.000.000,- per bulan
   Operasional Meliputi :
É  Biaya listrik dengan daya 33,997 KWh
É  LPG 12 Kg 
É  Mikroba
É  Upah pekerja
É  Bahan baku kompos
É  Produksi granul 15 ton /shift
É  Maka harga jual pupuk kompos granul adalah Rp. 1.000,- /Kg
É  Pendapatan bruto
            = 15.000 kg  x 30 hari x Rp.1.000,-
                                 = Rp.450.000.000,-
É      Sebagai Perbandingan harga pasaran merk Radoc Rp. 1.750,- (Produksi Lampung)
É      Sedangkan harga jual kompos granul  PT Narpati Semarang ke Petrokimia Rp.1.300,-
É  Produksi granul 15 ton /shift
É  Maka harga jual pupuk kompos granul adalah Rp. 1.000,- /Kg
É  Pendapatan bruto
     = 15.000 kg  x 30 hari x Rp.1.000,-
                                  = Rp.450.000.000,-
É      Sebagai Perbandingan harga pasaran merk Radoc Rp. 1.750,- (Produksi Lampung)
É      Sedangkan harga jual kompos granul  PT Narpati Semarang ke Petrokimia Rp.1.300,-

Keuntungan saat ini :
- Menambah nilai sampah di TPA menjadi kompos bernilai jual yang menguntungkan
-  Pengerukan kembali lahan yang sudah matang (Zona Pasif) bisa dimanfaatkan kembali untuk Zona Aktif kembali sehingga akan memperpanjang umur TPA .